Perawat
kenapa cita-cita ingin menjadi
seorang perawat disaat ingin belajar menjadi perawat yang baik harus dengan
tekat yang kuat,sabar dan pintar dan lalu kenapa setelah menjadi perawat,
perawat itu tidak konsisten dengan sikapnya yang sopan,rendah hati,murah senyum.
Kebanyakan perawat tidak sesuai dengan prilakunya kepada pasien.
Begitu
kah yang dinamakan seorang perawat, Ini akan saya jelaskan tentang dari tekat
yang kuat,sabar, dan pintar, pada saat-saat kita akan belajar tentang yang saya
sebutkan diatas, akan menjelaskan dari awal pertama. Mungkin ini yang baru saya
pelajari dan saya pahami tentang menjadi perawat, dan saya akan mempelajari
tentang perawat yang brlum saya ketahui.
1.Tekat yang kuat maksud saya keberanian saat-saat ada teman kita yang terluka, cewek maupun cowok, kita harus segera ambil tindakan,
sekecil apa pun luka yang diderita akan semakin sakit yang kita rasakan. Disaat
teman kita butuh pertolongan kita harus, cepat ketika alat untuk pengobatan
habis atau sudah tidak ada, dan pada saat itu pun hari sedang hujan deras, kita
harus mempunyai nyali yang kuat atau takat yang kuat maksud dari itu, ketika
hujan sederas apapun itu kita sebagai calon-calon perawat kita harus menolong
taman kita yang sedang sakit tanpa ada ucapan dan alasan apapun itu, sebagai
calon perawat tidak boleh menunda-nunda orang yang sedang sakit disaat hujan
pun perawat harus pergi untuk membeli obat itu.
2. sabar, ketika ada seorang pasien sedang marah meminta
keluarganya untuk sembuh dengan selamat sedangkan pasien yang ditangani sudah
sekarat dan mempunyai penyakit yang cukup parah, tetapi ketika seorang dokter
dan perawat-perawat lainnya tidak bisa menyelamatkan pasien tersebut, apakah
itu kesalahan dokter dan perwat rumah sakit yang salah, tidak itu semua sudah
kehendah allah, semua yang hidup akan kembali lagi kepadanya untuk beristirahat
dan akan dihidupkan kembali pada waktu yang berbeda, entah bernafas kita tidak
menggunakan hidung lahi tetapi menggunkan telinga, kita tidak tahu bagai mana
kita akan hidup dikemudian nanti dan tanpa sadar kita akan diambil dan
dihidupkannya lagi.
Tetapi
kenapa manusia jika keluarganya tidak bisa diselamatkan harus perawat-perawat
dan dokter rumah sakit yang dihina di kata-kata dan terkadang ada yang mencaci
maki, banyak yang bilang kalau dokter dan perawat rumah sakit itu belum pandai
menjadi seorang dokter,rumah sakit yang tidak profesinal dengan pekerjaannya,
dan banyak yang lainnya. Haruskah seperti itu orang mengata-kata seorang perwat
dan dokter rumah sakit.
Inti dari semua itu sabar, hanya allah yang bisa membalasnya
nanti, kita seorang manusia hanya bisa melakukan dan melaksanakan perintah yang
diamalkan.
3. Pintar, maksud dari pintar adalah menjadi perawat itu
tidak hanya pintar untuk berbicara didepan pasien tetapi juga harus pintar
membaca keadaan isi dalam seorang pasien yang sakit, isi dalam bukan maksud
yang lain, tetapi isi dalam tubuh pasien apakah benar-benar ada penyakit atau
tidak, banyak pengetahuan seorang perawat yang harus diketahuinya, seorang
perawat harus bisa membaca keadaan pasien.
4. perawat tidak sesuai dengan sikap prilaku awalnya, yang
saya ketahui seorang perawat itu sopan selalu tersenyum saat menemui pasien,
tetapi setelah 5 malam saya tidur dirumah sakit kartika husada, saya melihat
para perawatnya, pelit,cuek,tidak suka tersenyum dihadapan pasiennya, jarang
sekali saya melihat para pasien dirumah sakit itu perawatnya tersenyum.
Disini saya berpikir dan selalu bertanya-tanya dalam hati,
mengapa perawat itu tidak seperti rumah sakit lainya, yang konsisten dengan
prilakunya. Kebanyakan memang perawat jarang yang ada yang bisa menepati
prilaku-prilakunya yang pernah dijanjikan dalam dirinya.
Dan insya allah jika memang, ada rezeki saya akan menjadi
seorang perawat yang sesuai dengan prilaku sifat-sifat yang telah saya janjikan
dalam diri saya. Trim’s