Selasa, 23 Februari 2016

PERAWAT

Perawat
kenapa cita-cita ingin menjadi seorang perawat disaat ingin belajar menjadi perawat yang baik harus dengan tekat yang kuat,sabar dan pintar dan lalu kenapa setelah menjadi perawat, perawat itu tidak konsisten dengan sikapnya yang sopan,rendah hati,murah senyum. Kebanyakan perawat tidak sesuai dengan prilakunya kepada pasien.
                Begitu kah yang dinamakan seorang perawat, Ini akan saya jelaskan tentang dari tekat yang kuat,sabar, dan pintar, pada saat-saat kita akan belajar tentang yang saya sebutkan diatas, akan menjelaskan dari awal pertama. Mungkin ini yang baru saya pelajari dan saya pahami tentang menjadi perawat, dan saya akan mempelajari tentang perawat yang brlum saya ketahui.
1.Tekat yang kuat maksud saya keberanian saat-saat  ada teman kita yang terluka, cewek maupun   cowok, kita harus segera ambil tindakan, sekecil apa pun luka yang diderita akan semakin sakit yang kita rasakan. Disaat teman kita butuh pertolongan kita harus, cepat ketika alat untuk pengobatan habis atau sudah tidak ada, dan pada saat itu pun hari sedang hujan deras, kita harus mempunyai nyali yang kuat atau takat yang kuat maksud dari itu, ketika hujan sederas apapun itu kita sebagai calon-calon perawat kita harus menolong taman kita yang sedang sakit tanpa ada ucapan dan alasan apapun itu, sebagai calon perawat tidak boleh menunda-nunda orang yang sedang sakit disaat hujan pun perawat harus pergi untuk membeli obat itu.
2. sabar, ketika ada seorang pasien sedang marah meminta keluarganya untuk sembuh dengan selamat sedangkan pasien yang ditangani sudah sekarat dan mempunyai penyakit yang cukup parah, tetapi ketika seorang dokter dan perawat-perawat lainnya tidak bisa menyelamatkan pasien tersebut, apakah itu kesalahan dokter dan perwat rumah sakit yang salah, tidak itu semua sudah kehendah allah, semua yang hidup akan kembali lagi kepadanya untuk beristirahat dan akan dihidupkan kembali pada waktu yang berbeda, entah bernafas kita tidak menggunakan hidung lahi tetapi menggunkan telinga, kita tidak tahu bagai mana kita akan hidup dikemudian nanti dan tanpa sadar kita akan diambil dan dihidupkannya lagi.
                Tetapi kenapa manusia jika keluarganya tidak bisa diselamatkan harus perawat-perawat dan dokter rumah sakit yang dihina di kata-kata dan terkadang ada yang mencaci maki, banyak yang bilang kalau dokter dan perawat rumah sakit itu belum pandai menjadi seorang dokter,rumah sakit yang tidak profesinal dengan pekerjaannya, dan banyak yang lainnya. Haruskah seperti itu orang mengata-kata seorang perwat dan dokter rumah sakit.
Inti dari semua itu sabar, hanya allah yang bisa membalasnya nanti, kita seorang manusia hanya bisa melakukan dan melaksanakan perintah yang diamalkan.
3. Pintar, maksud dari pintar adalah menjadi perawat itu tidak hanya pintar untuk berbicara didepan pasien tetapi juga harus pintar membaca keadaan isi dalam seorang pasien yang sakit, isi dalam bukan maksud yang lain, tetapi isi dalam tubuh pasien apakah benar-benar ada penyakit atau tidak, banyak pengetahuan seorang perawat yang harus diketahuinya, seorang perawat harus bisa membaca keadaan pasien.
4. perawat tidak sesuai dengan sikap prilaku awalnya, yang saya ketahui seorang perawat itu sopan selalu tersenyum saat menemui pasien, tetapi setelah 5 malam saya tidur dirumah sakit kartika husada, saya melihat para perawatnya, pelit,cuek,tidak suka tersenyum dihadapan pasiennya, jarang sekali saya melihat para pasien dirumah sakit itu perawatnya tersenyum.
Disini saya berpikir dan selalu bertanya-tanya dalam hati, mengapa perawat itu tidak seperti rumah sakit lainya, yang konsisten dengan prilakunya. Kebanyakan memang perawat jarang yang ada yang bisa menepati prilaku-prilakunya yang pernah dijanjikan dalam dirinya.

Dan insya allah jika memang, ada rezeki saya akan menjadi seorang perawat yang sesuai dengan prilaku sifat-sifat yang telah saya janjikan dalam diri saya. Trim’s

Jumat, 05 Februari 2016

KELEMAHAN

Assalamualaikum Wr.Wb
                banyak cerita yang saya dapat setelah mendengar penjelasan cerita pembimbing saya jelaskan, sekarang saya sadar dengan kelemahan saya banyak sekali yang saya takutkan dari kelemahan saya bermacam-macam.

1.      1.  Saya susah mengingat memory penjelasan
2.     2.   Saya tidak bisa mejelasan apa yang saya ketahui dihadapan teman saya
3.      3.  Saya lama memahami apa yang lagi dijelaskan
4.     4.  Saya suka menunda-nunda .
5.       5. Saya suka melalaikan hal yang penting

                banyak sekali yang tak bisa ya sebutkan satu pesatu dari semua kelemahan saya, mulai dari sekarang  ini saya akan melakukan hal-hal semua yang telah saya anggap tidak penting bagi saya dan saya akan belajar tidak akan melalaikan semua itu. Mungkin dengan apa yang saya lalaikan saat ini tidak akan bisa menjadi orang kedepannya nanti, saya harus terus-menerus belajar, untuk tidak melalaikan segala kelemahan saya, dan saya akan cantum kan ini dimana pun saya berada agar saya tidak terlupa dengan apa yang saya lalaikan, dan saya akan menetapkan target saya untuk menjadi seorang perawat kunci dari semua itu saya tidak melalaikan semua yang telah pernah saya lalaikan, salah satunya belajar seperti menjadi perawat.
                Sebelum terlambat belajarla dari segala kelemahan yang sering kalian lakukan. terima kasih


Wassalamualiakum Wr.Wb

Rabu, 03 Februari 2016

Sifat Buruk

Kita harus jauhi sifat seperti ini,  sosok seseorang ini adalah sosok seorang yang tidak pernah mau berubah dan tidak mau berusaha bertaubat. Seseorang ini adalah orang yang aku kenal l, sekian lama sudah aku mengenalnya, ketika dia terkena usikkan-usikkan hasutan mahluk halus mungkin karena pergaulannya juga,  ia dulunya sosok yang bertanggung jawab dia sering bekerja pulang malam, demi menafkahi keluarganya. dia sosok seorang pejuang yang banyak disayang anak-anaknya. Tetapi sesorang ini suka berjudi dia suka berfoya-foya, ketika uangnya habis dia selalu marah tidak tentu dia selalu melampiaskan amarahnya kepada keluarga-keluaarganya.

Tetapi keluarganya tetap menghadapi dirinya dengan nada yang halus walau pun dia sering dibentak-bentak dan di caci maki, sungguh keluarga yang sabar, aku yang terkadang melihat dan mendengarnya dengan rasa emosi ingin melawan orang itu. dia yang dulunya sholat walau pun hanya setiap hari jum’at saja,  keluarganya sangat bahagia melihatnya, tetapi seorang itu semakin tua ia tidak sadar dengan akal pikirnya semakin tua, ia semakin jarang melaksanakan sholatnya, dan susah diajak sholat, banyak alasan jika dia diajak sholat, dia paling tidak suka di bilangkan dengan baik.

keluarganya yang selalu sabar kini telah hilang kesabarannya dan anak-anaknya makin tidak menyukai sikapnya yang selalu mencaci maki keluarganya, semakin tua orang itu semakin mejadi-jadi dengan melihat kesabaran keluarganya dan dia makin menjadi berjudinya, sampai keluarganya kehilangan kesabaran dan melawannya dan tidak memakai cara nada bicara yang lembut tetapi sekarang keluarganya dengan nada yang keras, sampai terdengar dirumah tetangga- tetangga, aku yang melihat dan mendengarnya sangat merasa malu.


Sungguh keluarga yang tak bisa damai, sampai kapankah semua itu akan berakhir dan sampai kapankah sosok orang seperti itu bisa bertaubat, dan berubah menjadi keluarga yang sakinah,mawadah dan warahmah menjadi seseorang imam yang sholeh. semoga yang membaca ini tidak terpengaruh dengan sifat-sifat jahat orang tersebut.

Senin, 01 Februari 2016

PENYESALAN

Assalamualaikum Wr.Wb

Sejak aku kecil aku dititipkan dengan nenek ku,karena kedua orangtua ku kerja, aku pun terkadang diam bersama nenek terkadang aku ikut bersama orangtua ku, cukup lama saya diam dengan nenek, nenek saya hanya sebatang kara, dia tak mempunyai anak dan tak punya suami, hanya saya yang terkadang menemaninya, sejak saya demam  hanya nenek yang saya ingat dan nenek yang saya tujui, nenek yang membawa saya berurut dan berobat, saya ingat dulu saya hanya makan nasi dan minyak jelantah dicampur garam, itu  yang kami makan berdua, dengan ikan asin lauk kami makan, sejak saya kelas 4 SD, nenek saya pindah rumah cukup jauh dari rumah saya, sejak itu pula saya jarang tidur bersama nenek lagi, nenek diam dibelakang rumah orang, Gang yang kecil, gelap dan didekat sebuah pepohonan yang besar dan kubura. Terkadang saya pulang sekolah saya baru singgah beristirahat dirumah nenek, dan sejak saya meranjak sekolah dasar kelas 6, saya mulai jarang kerumah nenek, dan sampai saya pun akhirnya pindah rumah, yang sangat jauh dari rumah nenek,  tidak lama saya meranjak SMP kelas 1, saya terkejut mendengar berita karena nenek saya terkena penyakit diabetes, telapak kakinya bolong tertusuk kayu, cukup besar, sungguh nenek yang kuat, nenek tak pernah mengeluh dengan jalan hidupnya, padahal dia hanya hidup sendiri.

Biarpun dia terkena penyakit dia tetap kuat dia kerja menjual kayu bakar, dengan keadaan kakinya yang sebelah cacat, demi untuk dia makan sehari-harinya, dia tak pernah meminta balasan apapun kepada orangtua ku dan saudaranya, aku bangga dengan nenek ku, sejak nenek sakit dan tak kuat berjalan lagi, nenek pernah memaksa ku untuk memintaku jemput membawanya kerumah baru ku, sejak itulah terakhir kali nenek bisa tidur dengan ku lagi dan nenek hanya kerumah baru ku hanya 2 kali selama Alm hidup, setelah dia pulang tidak lama sekitar 2 bulan nenek tak bisa terbangun dari kamarnya, aku yang menemani nenek ku tidur selama nenek tak bisa bangun,  aku yang menjaganya sejak nenek sakit, aku pernah mengeluh dengan orangtua ku, kenapa sih harus aku yang menemankan nenek ku, terkadang aku menangis gara-gara aku tak mau tidur menemankan nenek sejak nenek sakit, terkadang nenek pernah bilang, kapan aku ni diambil biar aku tak nyusahkan kau, terdengar sekilas ditelinga ku, ku yang hanya masuk kekamar dan menangis, saat nenek sakit aku takut menemankanya, karna aku dan dia hanya diam berdua dengan rumah yang cukup besar,

 tetapi aku memberanikn diriku, sejak itu aku tidur didepan pintu kamarnya, aku takut nenek ku kenapa-kenapa, setelah aku melihat nenekku tertidur aku pun tidur, tidak lama aku tertidur aku mendengar suara aneh, ternyata nenekku memaksakan dirinya untuk berbangun, aku bertanya, nenek kenapa mau bangun, aku mau tidur diluar jak dengan kau kata nenek ku, aku berkata jangan memaksakan diri nek untuk tidur luar, agus tidak kenapa-kenap kok tidur luar sendiri, tak lama nenek pun akhirnya tidur lagi, sekitar jam 3, aku terkejut mendengar sesuatu aku terbangun dan melihat ternyata nenek ku dengan mengesot kan kakinya untuk mengagak ku, dan nenek berkata aku mau tidur luar, aku pun tak bisa melarangnya lagi dan nenek ku pun tidur di samping ku, sejak aku meranjak SMK kelas 1 setelah pagi hari aku pulang kerumah dan mau menuju kesekolah tidak lama aku mendapat telepon nenekku jatuh dari toilet dan tangan kirinya patah.

Aku tak bisa berbuat apa-apa aku hanya bisa meneteskan air mata dan berdoa meminta kepada sang maha kuasa berikan lah kekuatan dan kesabaran untuk nenek ku, nenek selalu bertanya kapan abangku yang dari palembang pulang ke pontianak dan kapan adik mamak ku bisa ke pontianak lagi dan berkumpul bersama saudaranya lagi. Aku menyampaikan pertanyaan nenekku kepada abang ku, abangku berkata mungkin abang pulang ke pontianak bulan maret, dan adik mamak ku pun ternyata pulang ke pontianak bulan maret juga setelah lama bertahun-tahun kami tak berkumpul bersama keluarga kami, ketika malam tanggal 2 bulan maret, nenek diberi kesehatan dari allah, nenek meminta aku membelikan makanan kesukaannya mie tiaw goreng, aku pergi membelikanya setelah aku membelkannya, aku melihat nenek sangat lahap makannya,  dan aku bertanya nek kerumah yuk pakai motor be, kan disana ade bang joni dah, tidur dirumah sekali-kali dengan bang joni, nenek berkata akuni udah tak mampu agik mungkin besok aku dah tak ada, aku langsung terdiam dan meminta izin pulang, dan sampai dirumah sudah tak enak dengan perasaanku, ternyata sekitar jam 12 malam aku mendapat telephone tetapi aku abaikan karena sudah larut malam aku pun tak menghiraukannya, seketika aku terasa aku baru terlelap ada bunyi keributan dirumahku sekitar jam 4 subuh, ternyata ada abang sepupu ku datang menggedur-gedur pintuku dengan kuat, aku pun tebangun dan melihat mamak ku menangis, dan aku bertanya dengan tangisan juga ternyata nenekku sekarat dan abang ku yang baru pulang dari palembang pun terbangun dan terkejut dan kami buru-buru menuju kerumah adik mamak ku, sambil keadaan menangis.

 aku langsung melihat masuk kekamar, aku kira nenek ku udah tiada orang ramai datang dan membacakannya yasin untuknya, dan membantu bacakan dua kalimat syahadat untuknya, tetapi nenek susah bicara, sejak itu mata nenek susah untuk melihat, nenek tak kenal dengan kami semua tetapi nenek masih mengingat nama kami dan setelah dokter datang ternyata nenek sesak nafas, nenek diberikan oksigen dan dan siang itu aku tak mau pulang kerumah aku tetap menjaga nenek, dan pada saat itu nenek masih bisa tidur bermalam dirumah dan aku baring disampingnya, sambil memegang tanganya yang diberi infus, setelah malam itu ramai kerabat nenek ku datang kerumah, dan keluarga ku memutuskan untuk membawa nenek kerumah sakit,nenek ku dipakaikan selang,untuk makannya,segala macam selang untuk kesembuhan nenek ku di pasang diseluruh tubuhnya, aku menangis melihat nya dan aku sempat memegang erat tangan-tangan jemari nenek ku, ternyata nenek kurang darah, sampai segala tes darah pun kami sekeluarga lakukan, pas malam itu darah nenek mulai membaik tetapi nenek tidak menyadarkan dirinya, aku kira nenek akan segera cepat sembut, dan pada hari itu aku seharian menjaga nenek dirumah sakit, dan aku berniat untuk bermalam dirumah sakit itu tetapi aku dilarang dan ada keluarga ku datang keluarga ku berkata kau udah minta maaf gus dengan nenek kau, aku menjawab tunggu nenek sadar yak baru minta maaf, tetapi allah berkata lain setelah keesokan harinya aku mau sekolah , ketika tanggal 6 maret hari jum’at pukul jam 07.00 pagi, ketika aku sekolah dan masuk jam pelajaran pertama aku mendapat sms dari orangtua ku kalau nenek ku sudah pergi meninggalkanku.

Dengan tak sadar ternyata aku menangis di depan guru,teman, dan kakak kelas ku semua memandang heran dengan ku, yang menangis tersedu-sedu, allah memang adil allah tak mau buat nenek ku lama-lama tersiksa dengan segala macam selang ditubuhnya, akhirnya allah mengambil nenek ku, aku menyesal selama tak sempat meminta maaf kepada nenek ku dan menyesal telah buat nenek kecewa dengan ku, selalu aku ingat pesan-pesan mu nek.

Sungguh wanita yang tangguh,kuat,sabar dalam menempuh hidupnya sendiri, tanpa keluhan selama hidupmu sakit, hanya pesan dan kesanmu sampaikan yang akan tetap aku ingat darimu, akan aku ingat semua kenangan saat bersama Alm. Selamat jalan nenek ku tercinta semoga kau tenang dialam sana, amin.

Wassalamualaikum Wr.Wb
                                                                           Penulis, 02 februari 2016
                                                                                   Agustriyani